Belanja Kado Lebaran Anak-anak Yatim-Dhuafa | Ramadhan di DAIGI 2026

Menjelang Lebaran, banyak keluarga bersiap menyambut Hari Raya dengan berbagai kebutuhan baru, mulai dari pakaian hingga perlengkapan sekolah untuk anak-anak. Namun bagi sebagian anak yatim dan dhuafa, kesempatan memilih sendiri kebutuhan Lebaran bukanlah hal yang sering mereka rasakan. Melalui program Ramadhan DAIGI 2026, Yayasan DAIGI mengajak anak-anak merasakan kebahagiaan sederhana itu melalui kegiatan Belanja Kado Lebaran Anak-anak Yatim-Dhuafa.

Kegiatan ini berlangsung pada 8 Maret 2026 di Swalayan Aneka Jaya, Ngaliyan. Sebanyak 20 anak usia 4–12 tahun dari beberapa panti asuhan—Al Yasiroh, Al Idris, Al Hidayah, dan Al Ma’rifah—ikut serta dalam kegiatan ini. Empat relawan DAIGI, yaitu Dian, Izzul, Yulia, dan Adit, turut mendampingi anak-anak selama berbelanja.

Kesempatan Memilih Sendiri Kebutuhan Lebaran

Setiap anak menerima voucher belanja senilai Rp400.000. Yayasan DAIGI memberikan kebebasan kepada anak-anak untuk memilih barang yang mereka inginkan, dengan prioritas pada perlengkapan Lebaran dan kebutuhan sekolah. Jika masih terdapat sisa voucher, anak-anak boleh membeli makanan seperti susu, roti, atau biskuit.

Anak-anak terlihat sangat antusias sejak pertama memasuki swalayan. Karena rombongan datang sejak pagi, suasana toko masih cukup sepi sehingga anak-anak dapat berkeliling dengan lebih leluasa. Mereka berjalan dari satu rak ke rak lain sambil memilih barang yang paling mereka sukai.

Sebagian besar anak langsung menuju rak pakaian. Baju Lebaran menjadi pilihan yang paling banyak mereka pilih, karena banyak dari mereka jarang memiliki pakaian baru untuk menyambut Hari Raya.

Antusiasme Anak-anak Saat Berbelanja

Para relawan mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Mereka membantu mencarikan ukuran pakaian yang sesuai sekaligus menghitung total belanja agar tetap sesuai dengan nilai voucher yang tersedia.

Interaksi antara relawan dan anak-anak terasa hangat dan akrab. Anak-anak sering meminta pendapat saat memilih pakaian atau sepatu yang mereka inginkan. Suasana tersebut membuat kegiatan belanja terasa seperti momen kebersamaan yang menyenangkan.

Salah satu momen menarik muncul saat anak-anak mulai mengantre ke depan kasir. Menurut pengasuh panti yang mendampingi mereka, beberapa anak baru pertama kali merasakan pengalaman memilih sendiri baju Lebaran dan membayar langsung ke kasir, meskipun menggunakan voucher.

Ada pula seorang anak yang memilih sebuah jaket sebagai barang belanjanya. Ia mengaku belum pernah memiliki jaket sebelumnya, sehingga kesempatan itu terasa sangat istimewa baginya.

Momen Haru dalam Kebahagiaan Lebaran

Keceriaan anak-anak juga menghadirkan momen haru bagi para pendamping. Salah satu pengasuh panti sempat menitikkan air mata saat berbincang dengan tim DAIGI. Ia mengaku sangat terharu karena anak-anak akhirnya bisa membeli baju Lebaran sendiri.

Menurutnya, anak-anak sangat jarang memiliki pakaian baru. Dalam keseharian, mereka bahkan sering bergantian menggunakan pakaian yang tersedia. Jika pun membeli sesuatu yang baru, biasanya hanya kerudung karena keterbatasan yang ada.

Pengalaman sederhana seperti memilih baju Lebaran sendiri ternyata menjadi kebahagiaan besar bagi mereka.

Semangat Berbagi di Bulan Ramadhan

Melalui kegiatan ini, Yayasan DAIGI ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana sekaligus menumbuhkan semangat berbagi yang menjadi nilai penting dalam bulan Ramadhan. Memberikan perhatian kepada anak-anak yatim dan dhuafa bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang membuat mereka merasa mendapatkan perhatian.

Kegiatan belanja Lebaran ini juga mendapat dukungan yang sangat baik dari pihak Swalayan Aneka Jaya. Para staf toko membantu anak-anak memilih pakaian, mencarikan ukuran yang sesuai, serta memastikan proses belanja berjalan lancar. Bahkan sebelum pulang, anak-anak menerima bingkisan tambahan dari pihak swalayan.

Melalui program ini, Yayasan DAIGI berharap semakin banyak anak-anak dapat merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran dengan penuh sukacita. Senyum dan tawa mereka pagi itu menjadi pengingat bahwa berbagi kebahagiaan, sekecil apa pun, dapat membawa makna yang besar.

Dokumentasi Kegiatan dapat dilihat di link daigi.id/galeri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top